Hari ke Empat di Sulteng, Ini yang Dialami TRC Semen Padang di Donggala

TRC Semen Padang bersama relawan lainnya menelusuri puing-puing bangunan yangvporak poranda akibat gempa untuk me cari korban hilang
TRC Semen Padang bersama relawan lainnya menelusuri puing-puing bangunan yangvporak poranda akibat gempa untuk me cari korban hilang (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari ke empat di lokasi bencana gempa dan tsunami yang memporak porandakan Palu, Donggala dan Sigi , Provinsi Sulteng , Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang melanjutkan pencarian korban yang masih hilang.

Pencarian kali ini, dilakukan di Desa Tawaeli, Wani 1, Kabupaten Donggala . Namun pada hari ke empat melakukan misi kemanusian, TRC terpaksa menarik diri dan kembali ke camp untuk sementara, mengingat situasi sudah mulai tak kondusif.

baca juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19, Semen Padang Disinfektan 2 Pasar di Lubuk Kilangan

"Tadi siang kami dan relawan lainnya terpaksa menghentikan pencarian, karena banyak korban yang meminta para relawan untuk mengevakuasi harta bendanya berupa sepeda motor dan harta benda lainnya," kata koordinator TRC di Palu, Marsudi saat dihubungi dari Padang, Minggu, 7 Oktober 2018.

Penghentian pencarian itu dilakukan pada pukul 16.00 WITA, dan itu merupakan instruksi dari Basarnas Palu. Setelah dihentikan, kata dia, TRC bersama relawan dari berbagai instansi lainnya kemudian kembali ke base camp untuk istirahat.

baca juga: TRC Semen Padang Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sijunjung

"Besok pencarian akan kembali kami lakukan. Pencarian terhadap korban hilang tadi siang, hasilnya nihil. Pengakuan dari beberapa relawan lainnya, di Desa Tawaeli ini ada tercium bau yang diduga berasal dari mayat manusia," ujarnya.

Pengakuan beberapa warga di Desa Tawaeli, Wani 1, sebut Marsudi terdapat empat orang yang dilaporkan hilang. Mudah-mudahan pada pencarian besok, keempat warga yang hilang itu berhasil ditemukan.

baca juga: Semen Padang Kirim Relawan TRC ke Lokasi Banjir dan Longsor di Sijunjung

"Di kawasan Wani 1, perekonomian sudah mulai berangsur pulih. Beberapa toko di kawasan tersebut sudah mulai beroperasi. Meski begitu, bantuan logistik masih dibutuhkan oleh para korban," ujarnya.

Sebelumnya, PT Semen Padang merasa prihatin dan terpanggil untuk ikut serta melakukan penanggulangan bencana dengan mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Palu.

baca juga: Semen Padang Kembali Kirim Tim Medis dan Relawan ke Solsel

Pengiriman relawan itu dilepas oleh Direktur Utama PT Semen Padang, Yosviandri di Ruang Rapat Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa, 2 Oktober 2018 malam.

Pada pelepasan tersebut, turut hadir Direktur Operasional Firdaus, Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto, Kadep Komunikasi Perusahaan, Oktoweri, Kabiro Komunikasi & Umum, Nur Anita Rahmawati, dan Kabiro CSR, Muhamad Ikrar.

Koordinator TRC Semen Padang Kiki Warlansyah mengatakan, relawan yang dikirim ke lokasi bencana Sulteng itu merupakan relawan yang telah memiliki kemampuan Urban SAR dan Vertical Rescue, dan mereka telah disertifikasi.

Selama berada di lokasi bencana, para relawan nantinya akan bergabung dengan Basarnas dan Pusdalops BNPB, serta tim dari PT Semen Tonasa untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang, dan ikut ambil bagian untuk mengevakuasi, serta melakukan penanganan para pengungsi.

"Tim relawan yang kami berangkatkan itu akan berada di Palu selama masa tanggap darurat, yaitu sampai 11 Oktober mendatang. Mereka terdiri dari Marsudi sebagai koordinator tim, dengan anggotanya Safarudin, Rathomy Andika, Herwan Nazar, Indra YB, Syaiful Amrie, dan Tomi Darma," katanya.(*)

Penulis: Riki S