Bencana Sulteng, TRC Semen Padang Evakuasi Dua Mayat di Sigi Biromaru

"Keduanya ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA. Awalnya yang anak-anak ditemukan. Setelah itu baru yang dewasa. Keduanya ditemukan terpisah, namun jarak antara keduanya hanya sekitar satu meter,"
Relawan TRC Semen Padang (mengenakan rompi merah) bersama BNPB dan TNI meengevakuasi jenazah di kawasan Perumahan Petobo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang melakukan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa dan tsunami yang memporak-porandakan Palu, Donggala, Sigi, Provinsi Sulteng, kembali menemukan dua orang korban yang sudah jadi mayat, Senin, 8 Oktober 2018.

Kedua korban berjenis kelamin laki-laki yang terdiri dari dewasa dan anak-anak itu ditemukan di dalam lumpur, di kawasan Perumahan Petobo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Setelah ditemukan, TRC bersama relawan dari berbagai instansi lainnya kemudian mengevakuasi kedua korban.

"Keduanya ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA. Awalnya yang anak-anak ditemukan. Setelah itu baru yang dewasa. Keduanya ditemukan terpisah, namun jarak antara keduanya hanya sekitar satu meter," kata Koordinator Relawan TRC Semen Padang di Palu, Marsudi saat dihubungi dari Padang, Senin malam.

Pencarian korban di kawasan Perumahan Petobo itu, sebut Marsudi, sangat sulit, karena lokasi perumahan Petobo tersebut banyak lumpur. Bahkan, alat berat berupa excavator yang dikerahkan untuk mengurai reruntuhan bangunan pun kesulitan ruang geraknya.

"Pencarian korban kami mulai dari pukul 08.00 WITA hingga berakhir sekitar pukul 17.00 WITA. Besok pencarian kembali kami lakukan. Mudah-mudahan besok korban yang masih hilang ditemukan. Sebab, informasi yang kami dapat dari beberapa korban selamat, di kawasan Petobo itu masih ada korban yang masih hilang," ujarnya.

Sementara itu, anggota TRC Semen Padang, Safarudddin menyebut bahwa selain melakukan pencarian di Perumahan Petobo, pihaknya juga melakukan pencarian korban di Hotel Roa-Roa yang juga berada di kawasan Sigi Biromaru.

Namun, tingginya lumpur membuat pihaknya bersama relawan lainnya kesulitan untuk mencari korban yang masih hilang. "Tinggi lumpur kurang lebih dua meter. Bahkan excavator tidak bisa masuk, karena tanah sekitar lumpur juga lunak dan sulit dilalui alat berat," ... Baca halaman selanjutnya