Misi Kemanusiaan TRC Semen Padang di Sulteng Berakhir

"Tugas misi kemanusiaan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang dikirim sejak Rabu, 3 Oktober kemarin ke lokasi bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulteng, berakhir hari ini, Senin, 9 Oktober 2018"
Relawan TRC Semen Padang bersama Basarnas dan BNPB mengevakuasi seorang mayat korban gempa di Sulteng (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Tugas misi kemanusiaan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang dikirim sejak Rabu, 3 Oktober kemarin ke lokasi gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulteng, berakhir hari ini, Senin, 9 Oktober 2018.

"Malam ini kami masih di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu. Besok kami kembali ke Makassar dengan Pesawat Hercules," kata relawan TRC Semen Padang Tomi Dharma saat dihubungi klikpositif.com, Senin, 9 Oktober 2018.

Untuk balik ke Makassar, relawan  dari perusahaan semen di Sumbar itu dibagi menjadi dua rombongan. Selain lewat udara, sebagian relawan TRC balik ke Makassar melalui jalur darat. Bahkan sebagian relawan itu saat ini sudah berada di Mamuju.

"Begitu tiba di Makassar, kami langsung ke Padang. Insya Allah kami ke Padang Jumat besok. Sebab, rombongan yang lewat darat estimasi sampainya di Makassar itu pada Kamis malam," ujar Tomi.

Sebelum balik ke Makassar, Tomi menyebut bahwa TRC Semen Padang juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. "Tadi kami sudah lapor ke Basarnas dan Pusdalops BNPB," ungkapnya.

Lebih lanjut Tomi menyebut sebelum balik ke Makassar, pagi tadi hingga siang, TRC Semen Padang telah menelusuri puing-puing reruntuhan untuk mencari korban yang dilaporkan masih hilang di kawasan Balaroa, Kabupaten Sigi.

Pencarian dilakukan bersama tim dari Basarnas, Pusdalops dari BNPB dan sejumlah TNI. Dalam pencarian tersebut, pihak terkait juga mengerahkan alat berat (excavator) untuk mengurai reruntuhan bangunan.

Namun, karena adanya komunikasi yang kurang baik dengan masyarakat setempat, akhirnya situasi menjadi tidak kondusif dan relawan TRC Semen Padang kemudian kembali ke posko relawan untuk persiapan balik ke Makassar.

"Komunikasi kurang baik itu, karena saat excavator mengurai reruntuhan di masjid, masyarakat di sana menolak, karena mereka tidak ingin excavator memindahkan kubah masjid yang miring," ... Baca halaman selanjutnya