Luapan Batang Sumpur Pasaman, Perkampungan 'Berubah' Jadi Sungai

"Jembatan gantung Batu Bolingkar ini putus pada Rabu (10/10/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB, karena tiang jembatan amblas digerus arus Sungai Batang Sibinail yang meluap hingga mencapai satu meter,"
ReLwan TRC Semen Padang menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Pasaman (Riki S)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Pascabanjir melanda sebagian Kecamatan di Kabupaten Pasaman, perekonomian masyarakat terancam lumpuh. Sebab, selain rumah digenangi banjir, ratusan hektar lahan pertanian, perkebunan dan kolam ikan yang selama ini menjadi pendapatan utama masyarakat setempat juga ikut terdampak.

Di Nagari Padang Mantinggi Utara, Kecamatan Rao misalnya. Di sana, sebanyak 1500 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di lima jorong di nagari tersebut, kesulitan menggarap lahannya. Selain lahan digenangi air, satu-satunya jembatan gantung yang menjadi akses jalan ke lahan pertanian itu juga putus.

"Jembatan gantung Batu Bolingkar ini putus pada Rabu (10/10/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB, karena tiang jembatan amblas digerus arus Sungai Batang Sibinail yang meluap hingga mencapai satu meter," kata Kasi Kesra Kenagarian Padang Mantigo Utara, Zulhamdi, Minggu (14/10/2018).

Selain lahan pertanian, lanjutnya, ratusan hektar kolam ikan dan perkebunan warga yang berada di seberang Sungai Batang Sibinail juga ikut terdampak. Kolam ikan dan perkebunan itu, kata dia, juga merupakan milik masyarakat yang tinggal di lima jorong tersebut.

"Kelima jorong itu adalah Lubuk Aro, Polongan Duo, Sumpadang Baru, Sumpadang dan Kampuang Pandan. Saat ini masyarakat belum bisa kembali ke lahan pertaniannya, namun sebagian dari masyarakat, juga ada yang nekat pergi ke lahannya dengan cara menyeberangi sungai, namun hanya untuk mrlihat kondisi lahan pasca banjir," ujarnya.

Sementara itu, Camat Rao, Awaludin menyebut bahwa pihaknya bersama Pemerintahan Nagari dan masyarakat, akan segera membuat jembatan darurat di Sungai Batang Sibinail, agar masyarakat bisa kembali menggarap lahan pertanian dan perkebunannya, termasuk kembali membudidayakan ikan yang rusak akibat banjir.

"Kita upayakan membuat jembatan darurat. Kawat sling jembatan gantung itu kan tidak hanyut. Jadi, akan kami tarik kawat sling itu. Pokonya, kita utamakan ... Baca halaman selanjutnya