Berusia 6 Tahun, Semen Indonesia Lewati Ketatnya Persaingan

"Kondisi itu paling galau, karena banyaknya persaingan. Semen asal China pun masuk ke Indonesia. Kemudian, naiknya harga batu bara sebagai bahan bakar juga mempengaruhui Semen Indonesia group. Dan ini menghawatirkan bagi saya ketika itu"
Dirut PT Semen Padang, Yosviandri, salam komando dengan Komisaris Werry Darta Taifur usai acara pemoyongan tunpeng dalam rangka HUT ke 6 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (Ist)
leader, ia pun sebagai pimpinan Semen Indonesia Group, kemudian melakukan strategi baru dengan beberapa program transformasi yang diterapkan di seluruh holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Beberapa program transformasi itu, jelasnya, adalah menyadarkan insan Semen Indonesia Group bahwa harga semen di pasaran sudah tidak normal, mesikupun di beberapa tempat, Semen Indonesia Group sendiri mempunyai market share yang paling dominan.

Kemudian program transformasi lainnya, yaitu mengembalikan Tuban sebagai bussines unit, menerapkan konsep low cost high margin di seluruh holding, menerapkan standar maintenance yang ketat, dan melakukan program berani, yaitu memangkas anggaran Rp860 miliar di akhir tahun 2018.

"Melalui beberapa program tersebut, revenue, ebitda, ebitda margin dan laba bersih seluruh holding Semen Indonesia Group, seperti Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik, Semen Indonesia Tuban, termasuk TLCC pun naik," ujarnya.

Bahkan secara nasional, sambung Hendi, kenaikannya hampir 60 persen. Dan tentunya, kenaikan tersebut menandakan bahwa Semen Indonesia group sebagai raksasanya industri semen di Indonesia, sudah bangun dari tidur.

"Meski begitu, kita jangan berpuas diri dan teruslah menggali potensi yang ada. Entah itu pasar, produk dan cara kita melayani pelanggan kita. Dengan melakukan ini, maka target kita 2019 Insya Allah tercapai," tuturnya.

Memasuki tahun 2019, Hendi pun mengatakan bahwa transformasi yang merupakan kunci dari keberhasilan pada 2018 harus dipertahankan, dan ia pun berharap di tahun ini, semuanya harus lebih baik dari sebelumnya. Dan ini, kata dia, menjadi tantangan bagi semua insan Semen Indonesia group.

"Saat ini kita punya posisi yang lebih baik. Serta secara fundamental, kita lebih kuat dari kompetitor. Kemudian dengan masuknya Holcim ke Semen Indonesia Group, otomatis kita akan punya 60 persen market semen secara nasional, dan juga akan mendekatkan Semen Indonesia Grup ... Baca halaman selanjutnya