Ribuan Masyarakat Salat Idul Adha di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang

"Semoga kita yang berada di sini tidak termasuk orang yang zalim dan tak pandai berterima kasih itu."
Direktur Operasional PT Semen Padang Firdaus menyerahkan secara simbolis santunan tali asih untuk anak panti kepada pengurus Panti Sosial Anak Asuh Batu gadang di Wisma Indarung, Minggu (11/8) (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF  - Ribuan masyarakat lingkungan perusahaan PT Semen Padang, melaksanakan Salat Idul Adha 1440 Hijriah di lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Minggu (11/8/2019) pagi. Salat Idul Adha itu digelar Panitia Tetap Syi’ar Agama Islam Semen Padang (PTSAI) yang bekerjasama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Salat Idul Adha tahun 2019 ini dimulai pukul 07.30 WIB dan selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Pada Salat Idul Adha tersebut, PTSAI dan PHBI Indarung, menunjuk Dosen Tetap Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Ustad DR. Bakhtiar MAg sebagai Khatib, dan Imam Majid Raya Jabal Rahmah Semen Padang Ustad Riko Febrianto sebagai Imam salat.

Bakhtiar dalam khutbah yang berjudul "Idul Adha dan Berqurban Sebagai Jalan Perubahan Menguatkan Kembali Khisesi Sosial" menyampaikan bahwa pada 10 Zulhijjah setiap tahun, Umat Islam dalam jumlah ratusan juta mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid ke angkasa lepas sebagai wujud penghambaan diri kepada Allah SWT, dan ini merupakan tanda kemenangan melawan hawa nafsu.

"Kita tidak tahu persis, sudah berapa kali kita umat Islam merayakan Idul Adha di negeri ini sejak Islam hadir buat pertama kali ribuan tahun silam, baik yang dilaksanakan di lapangan maupun masjid dan mushala, di mana saat ini sudah menjadi tradisi kita sampai hari ini. Tentunya hal ini wajib kita syukuri agar terhindar dari perbuatan kezaliman sebagaimana tuntunan Allah dalam QS. Ibrahim ayat 34," kata Bakhtiar.

Wakil Ketua PW. Muhammadiyah Sumbar ini menyampaikan Idul Adha dan penyembelihan kurban tentunya mengingatkan Umat Islam untuk memulai semangat baru menuju bangsa yang adil, jujur, ramah, dan lapang dada. “adha” dikaitkan dengan ‟udhiyah” atau “dhahiyyah”, yaitu hewan sembelihan. Makna dari penyembelihan kurban adalah melenyapkan sifat-sifat hewaniah atau kebinatangan yang ... Baca halaman selanjutnya