Ibu-Ibu FKIK SP Belajar Kepemimpinan yang Komunikatif di Era Milenial

(Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Departemen SDM PT Semen Padang R. Trisandi mengungkapkan bahwa Training Kepemimpinan merupakan sebuah pelatihan yang dibutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai masalah milenial di perusahaan.

"Di Semen Padang, ada sekitar 50 persen dari seluruh karyawan yang berasal dari generasi milenial. Dibutuhkan teknik menghadapi mereka, tak bisa sembarangan cara," ujar Trisandi dalam kegiatan Training Kepemimpinan yang Komunikatif di Era Milenial, di Padang, Kamis (22/8).

Mewakili Direktur Utama PT Semen Padang, Trisandi dalam kesempatan itu dia mengapresiasi kegiatan yang digagas Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIK) tersebut. Menurutnya, generasi milenial harus dihadapi dengan cara berbeda, sesuai karakter mereka.

Baca Juga

Kebanyakan pemimpin saat ini juga didominasi oleh Baby Boomers (kelahiran 1946-1964). Para Baby Boomers ini di lapangan akan mengatur generasi y (generasi milenial) yang notabene kebanyakan karakternya susah diatur.

Selain itu, seorang ibu otomatis menjadi pemimpin di rumah saat suaminya pergi bekerja. Ibu tersebut harus menghadapi berbagai tingkah anaknya yang juga masuk dalam kategori generasi milenial.

"Karena itulah Training Kepemimpinan ini juga dibutuhkan oleh ibu-ibu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKIK Semen Padang Ny. Ampri Satyawan menambahkan, traning ini diharap jadi pembelajaran kepada seluruh pengurus FKIK, agar mengerti cara mimimpin.

Karena menurutnya, seorang ibu tidak hanya akan menjadi pimpinan di rumah saat suami sedang bekerja di luar, namun perihal kepemimpinan yang mereka hadapi juga akan mereka dapatkan di dalam berorganisasi.

Dalam sebuah organisasi pasti ada struktur organisasi sehingga harus dipelajari tentang bagaimana cara berkomunikasi antara atas ke bawah maupun sebaliknya. Sehingga komunikasi itu dapat berbentuk horizontal dan tidak menyalahi apa yang semestinya dilakukan.

Di sisi lain, Ketua Panitia kegiatan Training Kepemimpinan Ny. Suryadi Wizar menjelaskan bahwa kegiatan itu diadakan oleh Bidang Pendidikan dalam organisasi FKIK. Kegiatan itu lama tidak dilaksanakan sehingga menjadi kebutuhan bagi anggota FKIK dalam memperbarui ilmu yang mereka miliki.

Ada 3 orang yang menjadi pemateri pada kegiatan tersebut yakni Yusrita Yanti yang merupakan mantan Ketua FKIK periode 2004-2007. Menurutnya, materi dari seorang yang pernah berpengalaman di FKIK tentunya sangat dibutuhkan oleh anggota FKIK.

Pemateri kedua yakni Enim Yasmi, yang berprofesi sebagai seorang Kasubag Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar. Ia menyampaikan ilmu tentang bagaimana cara dan sikap dalam sebuah kegiatan. Ada berbagai aturan yang harus diterapkan dan tidak bisa asal-asalan saat sebuah kegiatan dilaksanakan, terutama saat dihadiri oleh Pejabat tinggi.

Pemateri ketiga yakni DR. Rahmi Fahmy, SE, MBA yang merupakan Dosen Senior Manajemen Sumber Daya Manusia di Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas sejak 1993. Ia menyampaikan materi tentang pembangunan karakter serta saran dalam berbagai menghadapi banyak karakter orang. (*)

Penulis: Khadijah | Editor: -