IIP dan FKIK SP Serahkan Bantuan Stunting untuk Warga Kinali Pasbar

"Dalam kunjungan dan bantuan itu, pihaknya menyerahkan 100 sak semen, 5 timbangan berat badan dan 250 paket vitamin dan susu."
Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wilayah Sumatera Barat dan Forum Komunikasi Istri Karyawan (FKIK) Semen Padang melakukan kunjungan bantuan stunting ke Jorong Bunuik - Nagari Kinali (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wilayah Sumatera Barat dan Forum Komunikasi Istri Karyawan (FKIK) Semen Padang melakukan kunjungan bantuan stunting ke Jorong Bunuik - Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu, 6 November 2019.

Dalam kunjungan dan bantuan itu, pihaknya menyerahkan 100 sak semen, 5 timbangan berat badan dan 250 paket vitamin dan susu. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Pasaman Barat Yulianto beserta jajaran, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumatera Barat Linda, Ketua IIP Wilayah Sumbar Ny Risna Yosviandri dan pengurus, Ketua Umum FKIK Semen Padang Ny Ampri Satyawan, kepala SKPD se Kabupaten Pasaman Barat, LPM nagari di Kabupaten Pasaman Barat, dan narasumber dari Semen Padang Hospital (SPH) untuk memberikan penyuluhan dan pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena stunting.

Stunting adalah anak terlalu pendek untuk usianya. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari – 3SD (severely stunted)1. Bupati Pasaman Barat Yulianto dalam sambutannya mengatakan Pasaman Barat merupakan salah satu dari tiga kabupaten di Sumatera Barat yang masuk pada daerah dengan tingkat stunting tertinggi.

"Riset tahun 2013 menyebut nagari Pasaman Barat memiliki referansi stunting 51 persen. Namun pada tahun 2018 dilakukan pendataan dan berbagai program dalam mengatasi stunting ini, seperti sosialisasi soal gizi anak, makanan sehat, dan kebersihan. Sehingga saat ini sudah turun menjadi menjadi 27, 35 persen," katanya.

Ia mengatakan sebanyak 379 bayi terkena stunting dari 1800 an bayi yang ada di Pasaman Barat. "Sedangkan untuk Kinali akhir tahun 2018, ada 379 jiwa atau 18.2 persen yang terkena stunting. Riset Dinkes Sumbar menyebutkan juga masih banyak masyarakat yang masih belum memiliki jamban yakni 26.039 keluarga dan untuk daerah ... Baca halaman selanjutnya