Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Semen Padang Gelar Seminar

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury†menyampaikan kata sambutan saat seminar korupai di GSG Semen Padang
Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury menyampaikan kata sambutan saat seminar korupai di GSG Semen Padang ()

PADANG, KLIKPOSITIF - Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, PT Semen Padang menggelar seminar anti korusi dengan tema, 'Maju Lawan Korupsi', Kamis, (19/12) di Gedung Serba Guna (GSG) Semen Padang.

Bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK), seminar anti korupsi itu dibuka secara simbolis oleh Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury.

Dalam seminar tersebut, turut hadir Komisaris PT Semen Padang Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi, serta sejumlah staf pimpinan di lingkungan PT Semen Padang, serta sejumlah perwakilan dari vendor dan distributor PT Semen Padang.

Baca Juga

Direktur Keuangan Tubagus Muhammad Dhanury dalam sambutannya mengatakan, seminar Hari Anti Korupsi ini merupakan kali keempat digelar Semen Padang. Dan seminar ini digelar, sebagai bentuk perlawanan terhadap korupsi.

Seminar ini, sebut Tubagus, juga sesuai dengan kegiatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Hari Anti Korupsi se-Dunia tahun 2019 yang digelar pada 9 Desember kemarin dengan tema 'Bersama Melawan Korupsi Menuju Indonesia Maju'.

"Tema yang diangkat KPK itu menunjukkan perlawanan terhadap korupsi dan memajukan Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Semen Padang sebagai anak perusahaan BUMN, berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia," katanya.

Dukungan tersebut, lanjutnya, tentunya dengan membangun integritas dan profesionalitas jajaran manajemen dan karyawan tanpa korupsi dengan mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

"Integritas dan profesionalitas itu diekspresikan melalui prilaku jujur, etis dan bertanggung jawab, andal, kreatif, berkinerja serta menjalankan pekerjaan yang sesuai aturan prosedur perusahaan," ujarnya.

Untuk meningkatkan implementasi prinsip GCG dinlingkungan perusahaan, Tubagus menyebut bahwa PT Semen Padang selalu melakukan sosialisasi GCG dan memberikan himbauan kepada seluruh karyawan dan stakeholder.

"Bahkan di setiap unit kerja di PT Semen Padang, juga dibentuk Risk owner dan GCG Office untuk mengawal penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen resiko di unit kerja masing-masing," tuturnya.

Analiasa Yransaksi Keuangan Senior, Ditektorat Analisi PPATK Asep Kurniawan Cakraputra dalam materi yang disampaikan pada seminar korupsi tersebut mengatakan penerapan GCG sangat perlu dilakukan. "Dan itu dimulai dari pengendalian, akuntabilitas, tindakan dan pelayanan," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kehumasan, Direktorat Kerjasama dan Humas PPATK M. Natsir Kongah menyebut bahwa tidak mudah untuk memberantas pelaku kejahatan, termasuk korupsi.

Ini disebabkan, karena pelakunya mempunyai insentif untuk terus melakukan kejahatan, dan pelaku pun masih terus bisa menikmati hasil kejahatannya, karena pelaku kejahatan melakukan pencucian uang atau money loundry.

Tindakan itu dilakukan oleh pelaku, sebutnya, merupakan upaya bagi untuk mengaburkan asal usul harta kekayaan dari tindak pidana, sehingga seolah-olah harta kekayaan tersebut berasal dari aktivitas yang sah.

Bagi perusahaan, katanya, dampak negatif dari pencucian uang tersebut juga berdampak kepada perapektif bisnis, ekonomi, hukum dan sosial, serta internasional. Untuk perspektif bisnis, tentunya akan dapat merusak reputasi bisnis, merongrong sektor swasta yang sah dan menganggu likuiditas bisnis.

Kemudian perspektif ekonomi, tentunya berdampak kepada instabilitas sistem keuangan, distorsi ekonomi, menyulitkan otoritas moneter mengendalikan jumlah uang beredar, hilangnya kendali pemerintah terhadap kebijakan ekonomi, dan hilangnya potensi pendapatan negara dari sektor pajak.

"Sedangkan perspektif hukum, dapat meningkatkan berbagai jenis kejahatan dan kualitas, serta memperparah ketimpangan sosial dan menimbulkan biaya sosial yang tinggi. Kemudian pada perspektif internasional, merusak reputasi dan kredibilitas negara di mata dunia internasional," katanya.(*)

Penulis: Riki S