Tanamkan Semangat Menulis, SD Bustanul Ulum Canangkan Program Literasi Sekolah

Kepsek SD Bustanul Ulum Efi Asmanto (kanan) menyerahkan buku karyanya berjudul Kusebut Mereka Serdadu Bintang kepada Kasi Tenaga Teknis Dinas Pendidikan Kota Padang Syamdani
Kepsek SD Bustanul Ulum Efi Asmanto (kanan) menyerahkan buku karyanya berjudul Kusebut Mereka Serdadu Bintang kepada Kasi Tenaga Teknis Dinas Pendidikan Kota Padang Syamdani ()

PADANG, KLIKPOSITIF - SD Bustanul Ulum, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang merupakan sekolah binaan CSR Semen Padang yang berada di bawah Yayasan Igasar Semen Padang , mencanangkan program Literasi Sekolah, Jumat, 11 Oktober 2019.

Dihadiri Wakil Ketua Yayasan Igasar Semen Padang Mawardi dan Kasi Tenaga Teknis Dinas Pendidikan Kota Padang Syamdani, dan tokoh masyarakat Batu Busuk, pencanangan program literasi itu ditandai dengan peluncuran buku 'Kusebut Mereka Serdadu Bintang' karya Efi Asmanto, Kepsek SD Bustanul Ulum.

baca juga: Pandemi COVID-19, Semen Padang Salurkan Beasiswa Secara Virtual untuk 837 Pelajar dan Mahasiswa

Mawardi mengatakan program Literasi Sekolah di SD Bustanul Ulum ini dapat memupuk peserta didik dalam mengembangkan potensi diri. Dan ke depan, kata dia, program literasi ini akan diterapkan di seluruh sekolah yang ada di bawah Yayasan Igasar Semen Padang .

"Saat ini baru SD Bustanul Ulum yang secara resmi mencanangkan Literasi Sekolah, tapi secara menyuluruh kami sudah mengirim beberapa guru-guru untuk mengikuti berbagai program literasi yang diadakan Dinas Pendidikan," kata Mawardi di SD Bustanul Ulum.

baca juga: Jadi UMKM Binaan Semen Padang, Rumah Dendeng Siti Nurbaya Food Chatering Raup Pendapatan Rp250 Juta Perbulan

Kasi Tenaga Teknis Dinas Pendidikan Kota Padang Syamdani menyambut baik pencanangan program Literasi Sekolah di SD Bustanul Ulum, karena budaya menulis dan membaca sudah mulai hilang, padahal Minangkabau sendiri terkenal dengan penulis-penulis hebat yang menjadi tokoh nasional.

Seperti Bung Hatta dan Tan Malaka misalnya. Para tokoh nasional pendiri Bangsa Indonesia ini, terkenal sebagai penulis yang telah meluncurkan karya-karya yang mampu meningkatkan semangat para pejuang untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

baca juga: Walikota Padang: Semen Padang Telah Menunjukkan Komitmen Memajukan Perekonomian

"Saya berharap, pencanangan program literasi di SD Bustanul Ulum ini ke depan bisa membahana di Padang. Kalau bisa, semangat literasi ini berkembang dan berbagai macam karya fiksi maupun non fiksi bisa dilahirlan di sekolah ini," katanya.

Saat ini, lanjutnya, hampir seluruh sekolah di Kota Padang telah mengiatkan literasi ini karena literasi juga merupakan program nasional yang harus didikung oleh Pemerintah Daerah. Sebagai bentuk dukungannya, tahun depan Dinas Pendidikan Kota Padang akan menggelar lomba literasi.

baca juga: Semen Padang Ajak Karyawan Terapkan Protokol Kesehatan

"Tahun depan kami adakan lomba menulis buku. Sebanyak 50 karya terbaik akan kami cetak. Pesertanya siswa dan guru. Tujuan lomba literasi itu agar semangat menulis itu bisa muncul lagi. Dinas Pendidikan sudah ajukan anggaran Rp150 juta untuk lomba literasi tersebut," ujarnya.

Terkait buku 'Kusebut Mereka Serdadu Bintang', Syamdani menuturkan bahwa buku buku yang ditulis Kepsek SD Bustanul Ulum ini bagi masyarakat Batu Busuk, tentunya akan menjadi 'jembatan emas' untuk mengenalkan Batu Busuk ke seantero Indonesia, apalagi di Batu Busuk ini banyak terdapat objek wisata sejarah yang layak untuk dikunjungi.

"Di sini ada PLTA peninggalan Belanda, ada lubang Belanda, dan banyak lagi peninggalan Belanda di Batu Busuk ini. Tentunya, semakin banyak buku ini berebar, maka Batu Busuk akan terkenal. Dan tentunya, secara ekonomi Batu Busuk akan semakin berkembang," tuturnya.

Kepsek SD Bustanul Ulum Efi Asmanto mengatakan bahwa buku 'Kusebut Mereka Serdadu Bintang' itu ditulis berdasarkan cerita-cerita keseharian para siswa-siswi SD Bustanul Ulum yang menginspirasi para pelajar lainnya untuk lebih bersemangat lagi untuk sekolah.

"Siswa-siswi SD Bustanul Ulum kan ini notabenenya kan kurang mampu secara finansial, dan topogragi Batu Busuk merupakan kawasan perbukitan. Namun begitu, mereka tetap semangat untuk sekolah meskipun harus naik bukit turun bukit. Mereka berjuang untuk bisa mengenyam pendidikan hingga ke jenjang paling tinggi," katanya.

Menurutnya, jika buku ini dibaca oleh anak-anak di kota, tentu buku ini akan dapat memotivasi mereka, karena memang buku ini ditulisnya agar siapapun yang membacanaya, terutama pelajar, ke depan dapat termotivasi agar lebih bersemangat lagi untuk sekolah.

"Ini buku pertama yang saya tulis terbitan Media Guru. Ke depan saya akan menulis buku soal Hikayat Batu Busuk, karena di daerah ini banyak cerita yang melegenda, termasuk destinasi. Cerita-cerita itu nanti akan saya rangkai menjadi tulisan dan akan diisi dengan muatan nilai-nilai karaktet di dalamnya," pungkas Efi.(*)

Penulis: Riki Suardi