Semen Padang Salurkan Bantuan kepada Korban Galodo

Koordinator lapangan TRC Semen Padang untuk bencana Galodo Jorong Gelapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya Agam, Ismail, menyerahkan bantuan logistik dari Semen Padang kepada Walinagari Tanjung Sani Maizon.
Koordinator lapangan TRC Semen Padang untuk bencana Galodo Jorong Gelapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya Agam, Ismail, menyerahkan bantuan logistik dari Semen Padang kepada Walinagari Tanjung Sani Maizon. (Riki S)

AGAM , KLIKPOSITIF - Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang menyerahkan bantuan logistik kepada korban bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam , Sumbar, Jumat (22/11/2019).

Bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, air mineral, mie instan, sarden kaleng dan roti bisukuit itu, diserahkan secara simbolis oleh Koordinator TRC Semen Padang untuk bencana banjir bandang Jorong Galapung Ismail, kepada Walinagari Tanjung Sani Maizon.

baca juga: Digelar Virtual dan Sederhana, HUT ke-62 Pengangambilalihan Semen Padang Tetap Meriah dan Penuh Makna

Selain menyerahkan bantuan logistik, relawan TRC Semen Padang juga membantu warga terdampak banjir bandang untuk membersihkan material banjir berupa batu, lumpur dan tanah yang menimbun fasilitas umum dan rumah warga.

Kalaksa BPBD Kabupaten Agam Muhammad Lutfi AR mengapresiasi PT Semen Padang yang telah menyalurkan bantuan relawan dan logistik ke lokasi bencana banjir bandang di Jorong Galapung. "Alhamdulillah, kami bersyukur atas bantuan dari Semen Padang ," katanya di lokasi bencana.

baca juga: Persiapan HUT ke-62 Pengambilalihan Semen Padang Rampung, Kegiatan Diawali Senam Virtual

Terkait dengan bencana galodo di Jorong Galapung, Lutfi menuturkan bahwa dampak kerugian materil mencapai Rp2 miliar lebih, karena selain ada rumah warga dan masjid serta MDA yang rusak berat hingga sedang, lahan pertanian seluas lebih kurang 20 Ha juga ikut dilanda banjir bandang .

Jorong Galapung, kata dia, merupakan rawan bencana seperti longsor dan banjir bandang , karena topografi daerah tersebut dekat dengan bukit salingka Danau Maninjau, atau Gunung Kuduak Bantiang yang kemiringannya sekitar 70 derajat. "Jarak gunung dengan pemukiman warga sekitar 500 meter," ujarnya.

baca juga: SPIE 2020, Semen Padang Ajak Inovator Implementasikan Internet Of Things

Untuk itu, tambahnya, kepada warga Jorong Galapung diminta untuk tetap waspada, karena hujan yang masih terus terjadi berpotensi menyebabkan banjir susulan, atapun longsor. "Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya, terutama saat hujan, karena dikhawatirkan terjadinya bencana susulan," katanya.

Tanggap bencana 15 hari

baca juga: Remaja Asal Bukittinggi Tenggelam Saat Mandi di Lubuk Antijam Malalak

Sehari pasca-bencana banjir bandang di Jorong Galapung, Bupati Agam Indra Catri menetapkan tanggap bencana 3 hari. Tanggap bencana itu dilakukan, setelah semua pihak menggelar rapat guna menyikapi dampak bencana banjir bandang yang menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

"Tanggap bencana yang sudah ditetapkan 3 hari, tapi akan kami perpanjang 12 hari lagi. Jadi nantinya, masa tanggap bencana banjir bandang di Jorong Galapung ini akan menjadi 15 hari," kata Wakil Bupati Agam Trinda Farhan, saat mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Jorong Galapung.

Selain Wakil Bupati Trinda Farhan, dalam kunjungan ke lokasi bencana banjir bandang itu, juga hadir Kasubid Kompensasi dan Pengembalian Penggungsi BNPB Pusat Budhi Erwanto, Kapolres Agam , Dandim O3O4/ Agam dan BPBD Provinsi serta Dinas Sosial

Trinda Farhan lebih lanjut menyampaikan bahwa Tanjung Sani merupakan daerah rawan bencana di Agam selain Tanjung Raya, Palupuah dan Malalak, karena Agam sendiri berada di punggung Bukit Barisan.

Bahkan untuk Tanjung Sani, pasca-gempa 2009 sempat ditetapkan sebagai zona merah. "Tanjung Sani ini daerah paling rawan di Agam . Tadi sudah saya sampaikan ke Kalaksa BPBD Agam untuk menelusuri kawasan bukit yang ada di belakang pemukiman warga di Tanjung Sani, mana tahu masih ada potensi bencana yang terjadi," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di Jorong Galapung untuk dapat mengosongkan areal banjir bandang secepatnya, supaya pembersihan material banjir yang membawa lumpur dan batu-batuan yang menutupi akses jalan maupun material lumpur yang masuk ke dalam rumah warga cepat selesai dilakukan.

"Ini tidak bisa diulur-ulur lagi. Penanganannya harus cepat. Masyarakat diimbau untuk mengosongkan areal banjir bandang ini, dan kami akan siapkan huntara untuk warga terdampak," bebernya.

Saat ini, tambahnya, BPBD dan intansi terkait dari Dinas PU sudah bekerja membersihkan material banjir bandang . "Pembersihan material banjir juga didukung dari berbagai intansi seperti TNI, Polri, relawan TRC Semen Padang dan relawan lainnya," imbuh Trinda Farhan.

Walinagari Tanjung Sani Maizon juga mengapresiasi PT Semen Padang yang telah peduki terhadap bencana banjir bandang di Jorong Galapung dengan mengirimkan bantuan relawan TRC dan logistik yang tentunya, sangatbdibutihkan oleh warga terdampak banjir.

"Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat Galapung, khususnya masyarakat terdampak banjir, berterimakasih kepada Semen Padang yang telah mengirimkan bantuan tenaga dan logistik. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," katanya saat ditemui di Posko Galodo Jorong Galapung.

Di Jorong Galapung ini, lanjutnya, sudah empat kali bencana galodo terjadi di tahun 2019 ini. Namun kali ini, dampaknya cukup parah. Bahkan, sebanyak 5 unit rumah rusak berat dan 9 rumah rusak sedang. Kemudian jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 48 jiwa.

Selain itu, Masjid Istigfar dan MDA Galapung rusak berat karena tertimbun materlial galodo berupa batu, pasir, lumpur dan tanah hingga setinggi 4 meter lebih. Kemudian, badan jalan umum juga tertimbun material banjir bandang setingga 3 meter dengan panjang lebih kurang 250 meter.

"Kalau galodo sebelumnya yang terjadi di tahun 2019 ini, dampak yang ditimbulkan tidak begitu parah, hanya badan jalan yang ditutupi material banjir bandang . Kalau sekarang, warga pun terpaksa evakuasi ke rumah saudaranya yang berada di lokasi aman," ujarnya.

Dekat dengan bencana

Maizon juga menuturkan bahwa masyarakat Jorong Galapung atau Nagari Tanjung Sani pada umumnya, bisa dikatakan dekat dengan bencana sejak era nenek mpyang hingga sekarang, karena hampir tiap tahun berbagai bencana selalu menyelimuti Tanjung Sani.

Namun begitu, kata dia, masyarakat Tanjung Sani yang jumlahnya sekitar 4000 jiwa, sudah siap menghadapi apapun bencana yang terjadi, karena masyarakat sudah belajar dari alam. Tanda-tanda alam pun menjadi petunjuk bagi masyarakat jika akan terjadi bencana di Tanjung Sani ini.

"Pepatah Minang mengatakan 'alam takambang jadi guru'. Itu lah pedoman bagi kami sebagai masyarakat Minang di Tanjung Sani. Jika hujan lebat dengan durasi waktu lebih satu jam, kami semua sudah waspada. Kemudia kalau batu dan kayu di bukit sudah mulai berjatuhan, kami pun langsung evakuasi ke tempat aman. Jadi, ada level waspadanya," pungkas Maizon.

Sebelumnya, Kamis, 21 November 2019 sore, manajemen Semen Padang mengirim bantuan logistik dan TRC Semen Padang ke lokasi bencana banjir bandang di Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani,  Kecamatan Tanjung Raya, Agam .

Pengiriman relawan dan bantuan logistik itu dilepas oleh Direktur Operasional PT Semen Padang Firdaus. Kepadabpara relawan kebencanaan perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini, Firdaus berpesan agar mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan selama berada di lokasi bencana.

Kemudian, katanya, dalam menanggulangi bencana tersebut, prioritaskan penanganan fasilitas umum yang terdampak. "Kami mendoakan relawan TRC Semen Padang diberikan kemudahan, kesehatan dan keselamatan, supaya bisa memberikan bantuan yang maksimal kepada korban terdampak," kata Firdaus.(*)

Penulis: Riki S