Semen Padang Kirim TRC, Bangun RS Lapangan, dan Himpun Donasi untuk Solok Selatan

Relawan TRC Semen Padang dan tim medis SPH foto bersama dengan Direktur Operasi Semen Padang Firdaus saat pelepasan ke Solok Selatan
Relawan TRC Semen Padang dan tim medis SPH foto bersama dengan Direktur Operasi Semen Padang Firdaus saat pelepasan ke Solok Selatan (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Untuk menangani dampak banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan (Solsel), PT Semen Padang melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti mendirikan rumah sakit lapangan, pembenahan pasca-banjir denga mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC), pengumpulan donasi dan pakaian layak pakai.

Direktur Operasi PT Semen Padang Firdaus ketika melepas TRC Semen Padang di lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Rabu (4/12/2019), mengatakan, PT Semen Padang merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam penanggulangan bencana banjir bandang di Solsel. Oleh karena itu, maka perusahaan melakukan berbagai kegiatan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana di Solok Selatan.

baca juga:

Bekerjasama dengan Semen Padang Hospital (SPH), PT Semen Padang melalui kegiatan bertajuk Semen Padang Peduli, mendirikan rumah sakit lapangan di halaman SDN 19 Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, KPGD. RS Lapanga ini dioperasikan mulai Rabu, 4 Desember hingga berakhir pada 11 Desember mendatang.

Bersamaan dengan itu, PT Semen Padang mengirim relawanTRC untuk membantu pihak terkait dalam membersihkan fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak banjir bandang.

baca juga:

Kepada relawan dan tim medis, Firdaus berpesan agar menjaga stamina serta kesehatan selama berada di lokasi bencana. "Jagan sampai kita yang memberikan pertolongan malah kita yang ditolong. Untuk itu, jaga keselamatan kita selama di lokasi bencana," kata Firdaus.

"Dampak banjir bandang di Kecamatan KPGD, Solsel cukup parah. Sejumlah korban sudah mulai terserang berbagai penyakit. Mudah-mudahan, kehadiran PT Semen Padang di lokasi bencana, dapat meringankan beban korban yang terdampak," ujarnya.

baca juga:

Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, tim medis untuk rumah sakit lapangan tersebut, terdiri dari dua orang dokter, enam perawat dan dua apoteker. Selain tim medis, juga dikirim satu unit mobil ambulance dari SPH.

Kemudian dari relawan TRC Semen Padang, jumlah personil yang dikirim sebanyak 12 orang yang terdiri dari empat tim advance yang telah diberangkatkan pada Selasa kemarin, dan delapan orang tim satgas kebencanaan yang nantinya akan membantu pihak terkait dalam penanggulangan bencana.

baca juga:

"Tim advance kami kirim lebih awal, karena ditugaskan perusahaan untuk melakukan assessment terkait kebutuhan apa yang dibutuhkan korban banjir bandang," kata Anita .

Dari hasil assessment tim advance di lokasi bencana, tambah Anita, diketahui bahwa korban terdampak membutuhkan bantuan alat tulis untuk pelajar dan sembako. Untuk itu, pekan depan manajemen akan mengirim kebutuhan yang dibutuhkan korban ke lokasi bencana.

PT Semen Padang juga akan melakukan penggalangan donasi untuk korban bencana yang bekerjasama dengan Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP), Forum Komunikasi Istri Karyawan (FKIK) Semen Padang, serta UPZ Baznas Semen Padang.

"Rencananya, seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membeli kebutuhan korban terdampak seperti alat tulis dan sembako. Tergantung nantinya kebutuhan apa lagi yang dibutuhkan korban, karena asessment tim advance di lokasi bencana masih berlanjut," kata Anita.

Koordinator TRC Semen Padang Kiki Warlansyah mengatakan, di lokasi bencana, relawan TRC selain membersihkan fasilitas umum yang terdampak, juga akan membantu BPBD setempat untuk mendistribusikan bantuan ke daerah yang terisolasi akibat banjir bandang.

"Ada dua jorong terisolasi, Jorong Sapan Salak dan Jorong Manggis. Jadi selain mendistribusikan bantuan ke dua jorong tersebut, relawan TRC yang berakat hari ini nantinya juga akan membuka akses jalan ke dua daerah yang terisolasi tersebut," kata Kiki Warlansyah.

Terkait rumah sakit lapangan didirikan oleh perusahaan, Kiki menyebut bahwa dari koordinasi dengan pihak BPBD setempat, termasuk informasi dari berbagai media massa, diketahui bahwa dampak bencana banjir bandang di Solsel telah menyebabkan sebagian korban terdampak terserang penyakit.

"Terutama anak-anak dan balita. Mereka terserang berbagai penyakit seperti kulit, diare, demam, alergi, hipertensi dan trauma, serta Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Jadi, itulah alasannya kenapa perusahaan mendirikan rumah sakit lapangan di lokasi bencana Solsel," pungkas Kiki.(*)

Penulis: Riki Suardi