Komunitas Motor, Sepeda dan Foto Asal PT Semen Padang Gelar Gowes Bareng Lewati Tiga Danau di Solok

Foto bersama gowes
Foto bersama gowes \"Tour Tiga Danau\" (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Semen Padang Bike Club (SPBC) gelar gowes bareng luar kota yang keempat kalinya dengan nama kegiatan "Tour Tiga Danau", yang mana pada perjalanan itu melewati Danau di Ateh, Danau di Bawah dan Danau Talang di Alahan Panjang pada Sabtu, 29 Februari 2020.

"Kegiatan kita ini diikuti oleh 45 orang dari anggota SPBC. Namun dari keseluruhan peserta, ada juga berasal dari komunitas lain yang ada di PT Semen Padang yakni Semen Padang Motor Club (SPMC) dan Semen Padang Photography Club (SP2C)," ujar Ketua Panitia kegiatan gowes itu, Zamris.

baca juga: Komunitas Facebook Peduli dan BUMN Sinergikan Program Bedah Rumah Tak Layak Huni

Ia menjelaskan kolaborasi beberapa kegiatan sebelumnya dengan SPMC dan SP2C sudah berlangsung sejak tour luar kota pertama.

Dalam kegiatan itu, SPMC mengirimkan 8 (delapan) orang anggota lengkap dengan motornya sebagai marshal dan pengarah jalan. Sedangkan, dokumentasi selama kegiatan digawangi oleh 7 (tujuh) orang anggota SP2C.

baca juga: Peduli Sesama, Karambia Runners Berikan Bantuan kepada Panti Asuhan Bunda Saiyo

Zamris menceritakan proses perjalanan yang mereka lewati semenjak dari Padang hingga di lokasi berkumpul. Jam 06.30 katanya, satu bus dan tiga mobil jenis pick up berangkat dari Plaza Kantor Pusat Semen Padang. Mobil itu berisikan sepeda yang telah diloading dan diikat kuat pada sore sebelum keberangkatan. Kendaraan tersebut beriring ke arah timur, menempuh tanjakan Sitinjau Laut yang legendaris.

Perjalanan dari ketinggian 225 MDPL ke 1525 MDPL di tempuh dalam waktu 70 menit. Rombongan berhenti di deretan kedai kecil di Tanah Hitam.

baca juga: Sempat Dirawat di SPH, Dua Pasien Lansia Positif COVID-19 Berhasil Sembuh

"Udara pagi yang dingin menyambut kami. Saat itu cuaca kabut masih banyak, mungkin karena mentarinya bersinar malu malu. Sejauh mata memandang, terhampar kebun teh PTPN VI. Gunung Talang terpancang kokoh dengan puncak yang sedikit tertutup kabut," ujarnya sembari tersenyum saat mengingat momen tersebut.

Pagi itu juga tanpa perlu menunggu cuaca panas menyentuh kulit, sepeda segera di "unloading" dari pick up. Ikatan dibuka satu persatu, diturunkan, lalu stang sepeda diluruskan kembali dan dikunci. Segelas kopi dari warung terdekat terasa nikmat dinikmati para peserta kegiatan saat menunggu semua sepeda siap untuk berangkat.

baca juga: Cityzen Chapter Padang Kembali Gelar Aksi Peduli Salurkan Puluhan Sembako

Sebelum memulai perjalanan, arahan berupa "safety induction" diberikan dan para peserta berdoa agar diberikan kemudahan serta keselataman selama menjalankan aksi gowes. Tepat jam 08.00, rombongan berangkat dari start point, tanah Hitam.

Pelan tapi pasti, kaki mengayuh pedal. Jemari lincah menyesuaikan posisi "gigi sepeda dengan kondisi jalan. Tanjakan, mendatar atau menurun. Untuk yang terakhir, jangan lupa menekan rem.

Tak ada tanjakan yang abadi, pun sebaliknya pada turunan. Selalu ada turunan setelah tanjakan. Dan khabarmya, pesepada itu umumnya ganteng turunan.

Selain teh, Alahan Panjang juga merupakan penyuplai sayuran untuk daerah Sumatera Barat. Sepanjang jalan terlihat para penduduk sedang beraktifitas dilahannya. Ada lobak, tomat, kentang, wortel, cabe, seledri, bawang prei dan bawang merah.

"Kita tidak perlu mencari tempat khusus untuk mengambil photo," ujar Pemilih Durian yang telah teruji kelezatannya, Wahdini.

Ia menyampaikan bahwa semua pemandangan yang mereka lewati begitu indah dan menawan seperti hamparan pebukitan, ladang dan danau terlihat begitu hijau menenangkan. Sehingga, perjalanan sering terhenti karena sahabat SP2C diminta untuk mengambil photo agar mengabadikan pemandangan nan mempesona tersebut.

Perjalanan tidak selalu monoton. Begitu yang dirasakan peserta gowes. Seringnya di puncak setelah tanjakan, selain menikmati pemandangan yang aduhai lebih indah, mereka yang telah mendahului juga memanas-manasi peserta lain yang sedang berjuang melewati tanjakan.

Perjalanan sejauh 23.84 kilometer dan ditempuh dalam waktu 4 jam. Tepat tengah hari, rombongan berhenti di Rumah Makan Warna Baru. Jejeran piring berisi hidangan makan siang sudah tersedia, dengan view lepas ke Danau di Ateh.

"Saat yang tepat untuk mengisi kembali bahan bakar yang sudah "empty" setelah mengayuh selama empat jam. Silahkan memilih lauk yang diinginkan. Ayam gulai, ayam panggang, nila goreng, dendeng lambok, lado merah dan teri lado hijau. Semua enak," katanya lagi.

Usai makan, shalat zuhur. Lalu sepeda di loading kembali. Persiapan untuk kembali ke Padang.

"Rutenya mantap. Sepertinya harus kita ulangi sekali lagi, untuk memastikan tanjakan ini bisa dilewati, bukan begitu Pit?" kata Pak Pri sambil memandang Pak Syafitri.

Ucapan itu dijawab dengan guyonan Pak Azi yang berciloteh ringan.

"Sayangnya tidak ada durian yang mantap", ujar Pak Azi sembari mengingat gowes luar kota yang ketiga yang full durian Gunuang Rajo.

Zamri mengucap syukur atas kegiatan yang telah berlangsung dengan sukses dan memuaskan. Ia berharap kegiatan seperti itu dapat terulang lagi, karena selain menyehatkan, kegiatan itu juga dapat menjaga silaturahmi antar peserta gowes di PT Semen Padang.

"Alhamdulillah, gowes bareng berjalan dengan aman dan lancar, selamat pulang pergi. Terima kasih pada Panitia, SPMC dan SP2C. Semoga bisa terulang lagi," tuturnya.(*)

Editor: Khadijah