SPH Kini Jadi Salah Satu RS Rujukan Pasien yang Mampu Tampung Pasien COVID-19

Direktur Semen Padang Hospital, Kol. CKM (purn) dr. Farhaan Abdullah, SP THT-KL
Direktur Semen Padang Hospital, Kol. CKM (purn) dr. Farhaan Abdullah, SP THT-KL (Ist)

KLIKPOSITIF - Direktur Semen Padang Hospital , Kol. CKM (purn) dr. Farhaan Abdullah, SP THT-KL mengatakan bahwa Semen Padang Hospital ( SPH ) sudah siap sebagai Rumah Sakit (RS) Rujukan bagi pasien COVID-19 di Sumbar.

"Jadi kita sudah siapkan SPH sebagai rumah sakit swasta yang ikut serta secara total untuk hadapi COVID-19 ini yakni dengan menutup 1 lantai di gedung kami. Karena di lantai 4 ini khusus untuk pasien COVID-19 yang telah disediakan sebanyak 54 Tempat Tidur(TT) untuk merawat pasien yang terpapar virus itu," ujar Farhaan.

baca juga: Semen Padang Hospital Kembali Bisa Layani Peserta BPJS Kesehatan

Ia menjelaskan, pada wing barat lantai 4 ada sebanyak 37 TT dan pada sisi lainnya 17 TT. Sehingga totalnya ada 54 TT untuk penanganan COVID-9 di SPH dengan tiap ruangan exhaust tek negatif dan Hepa Filter 13 dan lampu UV. Serta ada cctv , intercom, desinfektan chamber saat keluar dari red zona atau zona merah dengan penggunaan APD yang lengkap oleh tenaga medis SPH .

"Mulai dari awal sejak kasus pasien positif COVID-19 ditemukan di Indonesia, di Sumbar pun satu persatu kasus mulai ditemukan. Bahkan muncul cluster - cluster di Padang, hingga di Pasar Raya Padang juga menjadi salah satu cluster karena ditemukannya pasien positif COVID-19 dengan jumlah 20 orang yang terkonfirmasi," kata Farhaan.

baca juga: BI Sebut SPH Jadi Rumah Sakit Pertama Pengguna QRIS di Sumbar

Farhaan mengungkapkan, semenjak itu, Pemerintah menyatakan 3 kota di Sumbar yaitu Pessel, Padang, Bukittinggi sudah terjadi transmisi lokal sehingga tidak ada pilihan lain, yakni Pemprov Sumbar harus mengajukan PSBB. Ia bersyukur pemerintah menyetujui dilaksanakannya PSBB di Sumbar selama dua minggu yakni sejak 22 April hingga 5 Mei 2020.

"Mari kita kawal penerapan PSBB di Sumbar dengan mematuhi aturan yang berlaku selama pelaksanaannya. Hal ini agar kita bisa melawan COVID-19. Ayo kita lawan pandemi ini!" katanya.

baca juga: Dirut SPH: Hasil Swab Perawat yang Meninggal Negatif COVID-19

Farhaan menjelaskan bahwa ia melakukan pemeriksaan swab naso dan orofaring pada banyak orang, yakni sekitar 400 orang. Di antara hasil pemeriksaan itu, ditemukan 25 kasus pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Untuk saya, profesi ini adalah pilihan hidup karena saya menjalankannya dari sudut hati yang dalam dengan mengabaikan rasa takut. Sangat mengerikan karena ujungnya adalah kematian yg menunggu jika kita terpapar virus ini. Apalagi sepantaran umur saya akan masuk usia 60 tahun, namun semua rasa takut saya tersingkirkan dengan memegang tekad yang pasti untuk melawan COVID-19 ini," ujar Farhaan lagi.

baca juga: Ini Penjelasan Lengkap Meninggalnya Perawat SPH Versi Direktur

Ia menjelaskan ia dan seluruh tenaga medis sebagai salah satu garda depan dalam membantu masyarakat, terutama di Sumbar dan Khususnya di Padang berusaha sebaik mungkin untuk membantu mengurangi rantai penyebaran COVID-19 di ranah minang. Sejak gempa besar terjadi di Sumbar pada 2009 lalu, lanjutnya, ia sebagai salah seorang anggota medis selalu memiliki adrenalin yang tinggi untuk bekerja sesuai dengan talenta yang ada untuk bantu masyarakat yang mengalami bencana.

"Saya ikut waktu bawa team saat bencana di Lombok, Palu dan Donggala. Tujuan dari kehadiran saya yakni minimal mengurangi beban bagi mereka yang tengah kesusahan. Walaupun kadang tidak begitu banyak saya dan tim bisa lakukan, tapi ADA!," tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa ia dan tenaga medis di SPH juga siap untuk selalu membantu masyarakat dalam melawan COVID-19 hingga pandemi berakhir.

"Kami di SPH siap menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19, terutama di Sumbar. Ayo kita sama-sama berjuang!," tuturnya. (*)

Editor: Khadijah