Ketua Forum: Dana CSR Semen Padang Rp300 Juta per Tahun Bisa Berdayakan Masyarakat Menjadi Mandiri

Kepala Biro CSR Semen Padang, Dasril, memaparkan sejumlah usulan program CSR kepada Forum Nagari Lambung Bukit saat rapat koordinasi bulanan di Kantor Lurah Lambung Bukit, Selasa, 15/11
Kepala Biro CSR Semen Padang, Dasril, memaparkan sejumlah usulan program CSR kepada Forum Nagari Lambung Bukit saat rapat koordinasi bulanan di Kantor Lurah Lambung Bukit, Selasa, 15/11 (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Masyarakat Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, merasa terbantu dengan adanya anggaran Rp300 juta/tahun dari CSR Semen Padang yang direalisasikan kepada masyarakat melalui Forum Nagari Lambung Bukit.

"Kami merasa terbantu sekali, karena dalam jangka panjang, dana CSR sebesar Rp300 juta/tahun itu bisa memberdayakan masyarakat Lambung Bukit menjadi masyarakat mandiri," kata Ketua Forum Nagari Lambung Bukit, Dedi Azhari, usai Rapat Koordinasi Bulanan dengan CSR Semen Padang di Kantor Lurah Lambung Bukit, Selasa, 15 November 2016. 

baca juga: Kuliah di ITB, Anak Tukang Ojek di Alahan Panjang Itu Penerima Beasiswa Semen Padang

Menurut Dedi, sebelum dibentuk Forum Nagari Lambung Bukit oleh CSR Semen Padang, masyarakat kesulitan untuk membuat program pemberdayaan, namun sejak adanya forum nagari , tidak hanya program pemberdayaan, kegiatan sosial juga sering dilakukan di tengah-tengah masyarakat Lambung Bukit.

"Contohnya kegiatan Semarak Ramadan, dalam kegiatan di bulan Ramadan itu, forum nagari yang didukung penuh oleh CSR Semen Padang menggelar sejumlah kegiatan seperti buka bersama, gema takbir dan bagi-bagi paket Sembako sebanyak 200 paket kepada rumah tangga miskin di Lambung Bukit," ujar Dedi.

baca juga: Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Semen Padang Gelar Lomba Puisi dan Poster

Selain kegiatan Semarak Ramadan, Dedi juga memaparkanan sejumlah pogram yang ada di Forum Nagari Lambung Bukit. Di antaranya, program HUT RI ke-71 yang kegiatannya antara lain adalah lomba kampung bersih, semarak umbul-umbul, panjat pinang, pacu karung dan lain sebagainya.

Kemudian, lanjutnya, peduli lingkungan 'Sekolahku Hijau' dan Posyandu, serta kegiatan keagamaan seperti penyambutan hari besar Islam dengan menggelar kegiatan lomba khasidah rebana antar majelis taklim, asmahulhusna tikat dewasa dan remaja yang dibuka Camat Pauh.

baca juga: Semen Padang Salurkan 7.050 Paket Sembako Tahap II untuk Warga Terdampak COVID-19

"Di samping itu, juga ada program bangunan fisik seperti rehab jalan di RW03 Batu Busuk dengan panjang 175 meter, rehab masjid Ainul Yakin, dan bedah rumah di RW02/RT03 Lambung Bukit. Untuk bedah satu unit rumah ini anggarannya Rp10 juta. Semuanya bersumber dari CSR Semen Padang," terangnya.

Saat ini, lanjutnya, masih ada program yang belum teralisasi, yaitu anggaran pembinaan Sangar Seni Sago Saiyo, Sanggar Seni Tungkai Sakayo, dan beasiswa untuk 20 orang siswa SD di Kelurahan Lambung Bukit. "Program ini harus kami realisasikan sebelum akhir tahun," imbuh Dedi.

baca juga: Semen Padang Bagikan 25 Ekor Hewan Kurban, Diserahkan Secara Simbolis dengan Mengadaptasi Kebiasaan Baru

Serap Anggaran CSR 90 Persen

Selain membeberkan sejumlah program forum nagari yang Ia pimpin, Dedi juga membeberkan bahwa Forum Nagari Lambung Bukit yang Ia pimpim sudah menyerap anggaran CSR Semen Padang sebesar Rp241 juta lebih hingga akhit Oktober kemarin, atau sekitar 90 persen dari plafor anggaran Rp300 juta/tahun.

"Menurut saya dana Rp241 juta lebih itu sudah cukup besar, mengingat Forum Nagari Lambung Bukit baru dibentuk 9 Maret 2016. Kami optimis bahwa kami bisa menyerap anggaran CSR sebesar Rp300 juta/tahun, karena masih ada waktu 2 bulan lagi untuk meralisasikan sisa anggaran Rp300 juta," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Biro CSR Semen Padang, Dasril, mengapresiasi upaya Forum Nagari Lambung Bukit untuk meralisasikan program yang telah disusun. Menurutnya, meski forum nagari baru dibentuk di Lambung Bukit, namun semangat anggota forum begitu luar biasa.

"Hal ini bisa dilihat dari realisasi anggaran yang sudah mencapai 90 persen. Namun demikian, kami tentu berharap selalu pertanggungjawaban dari forum nagari atas program yang telah direalisasikan," katanya mengingatkan.

Dasril juga meminta Forum Nagari Lambung Bukit untuk segera menyusun program tahun 2017 dengan mengedepankan program pemberdayaan untuk masyarakat di Lambung Bukit, serta mereview program-program yang ada di tahun 2016 ini.

"Jika program 2016 ini menarik dan bermanfaat untuk masyarakat, Forum Nagari Lambung Bukit bisa saja kembali menjalankan program yang ada tahun ini. Jadi, harus direview kembali. Kalau tidak memungkinkan, ganti dengan program yang baru dan bermanfaat," katanya.(*)

Penulis: Riki Suardi