Komitmen Operasional Ramah Lingkungan; Semen Padang Modifikasi EP Jadi BHF di Pabrik Indarung IV

PAbrik Indarung IV PT Semen Padang
PAbrik Indarung IV PT Semen Padang (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebagai wujud dari komitmen perusahaan untuk operasional yang ramah lingkungan , PT Semen Padang terus berupaya menekan kadar emisi debu yang dikeluarkan dari aktivitas operasional produksi di pabrik.

Salah satunya, melalui proyek modifikasi Electrostatic Precipitator (EP) menjadi Bag House Filter (BHF) yang dapat menurunkan kadar emisi debu dari cerobong pabrik hingga 50 persen.

baca juga: Tinggal di Warung Ukuran 3x4 Meter, Korban Kebakaran di Ampera Dibantu Semen Padang

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, saat ini emisi debu PT Semen Padang masih memenuhi ambang batas yang dipersyaratkan undang-undang.

"Kami terus berupaya untuk menekan lebih rendah lagi sesuai visi perusahaan, yaitu menjadi perusahaan persemenan yang andal, unggul dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara," kata Nur Anita Rahmawati, Jumat (11/6/2021)

baca juga: Semester I Tahun 2021, PT Semen Padang Catatkan Total Ekspor 1,1 Juta MT

Proyek modifikasi EP menjadi BHF di Pabrik Indarung IV, kata Anita, pengerjaannya telah dimulai sejak 4 Juni 2021. Estimasi pengerjaannya selesai pada 15 Juli 2021 mendatang.

Proyek tersebut, lanjutnya, sangat besar manfaatnya bagi operasional pabrik berbasis lingkungan, karena jika proyek tersebut selesai, maka emisi debu yang dihasilkan dari operasional pabrik Indarung IV akan turun menjadi 40 mg/Nm3 dari ambang batas yang dipersyaratkan undang-undang, yakni 75 mg/Nm3.

baca juga: Ahli Gizi SPH Ungkap Cara Sehat Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi

Kepala Departemen Pemeliharaan PT Semen Padang Muhamad Syafitri yang didampingi Wakil Kepala Departemen Pemeliharaan, Abdul Hakim Lubis, menambahkan dampak baik dari modifikasi EP menjadi BHF, juga dapat meningkatkan kebersihan dan kualitas udara lingkungan di sekitar pabrik. (*)

Editor: Riki