Siap Alih Profesi, Mantan Penambang Pasir Study Banding Ke Kabupaten Kampar Riau

Mantan penambang pasir di jalur belt conveyor PT Semen Padang meninjau kolam ikan yang ada di lokasi RTMPE Kampar, Riau
Mantan penambang pasir di jalur belt conveyor PT Semen Padang meninjau kolam ikan yang ada di lokasi RTMPE Kampar, Riau (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 16 orang mantan pengambil material pasir dan tanah timbunan di jalur transportasi bahan baku semen (belt conveyor), study banding ke Kabupaten Kampar, Riau pada 25 - 27 November 2016 kemarin.

Dalam study banding yang ditaja Biro Corporate Social Responsibility ( CSR ) PT Semen Padang itu, belasan mantan penambang pasir tersebut mengunjungi sejumlah tempat usaha. Di antaranya, ke kawasan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi ( RTMPE).

baca juga: Kuliah di ITB, Anak Tukang Ojek di Alahan Panjang Itu Penerima Beasiswa Semen Padang

Kepala Biro CSR , Dasril, mengatakan, study banding ini merupakan tindaklanjut dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya mantan penambang pasir di jalur belt conveyor.

Sebab, kata dia, aktivitas penambang pasir yang selama ini berlangsung di belt conveyor itu sudah ditutup manajemen Semen Padang, karena aktivitasnya merugikan Semen Padang.

baca juga: Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Semen Padang Gelar Lomba Puisi dan Poster

"Nah, study banding ini merupakan solusi untuk pengalihan aktivitas mantan pengambil pasir tersebut, agar mereka tidak lagi mengulangi aktivitas tambang pasir di jalur belt conveyor," kata Dasril.

Di lokasi RTMPE tersebut, para peserta study banding belajar tentang pemanfaatan dan pengolahan kotoran ternak, budi daya lele, pertanian, dan lain - lain.

baca juga: Semen Padang Bagikan 25 Ekor Hewan Kurban, Diserahkan Secara Simbolis dengan Mengadaptasi Kebiasaan Baru

Salah seorang peserta Study banding bernama Abon menyebut bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, karena bisa memberikan motivasi dan pembelajaran.

"Saya akan coba terapkan apa yang didapat di program RTMPE. Mudah-mudahan berhasil dan bisa menjadi usaha keluarga," katanya. (Haria Putra)

baca juga: Pandemi Covid-19, Kampung Cyber Koto Lalang Sediakan Internet Gratis untuk Siswa Belajar Daring

Penulis: Riki Suardi